Isnin, 7 Oktober 2013

Sejarah Ayat Kursi


Ayat Kursi

Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kehebatan dan kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah SAW dengan segera memerintahkan Zaid Bin Sabit menulis serta menyebarkannya. 

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah SWT. 

Mengikut keterangan dari kitab ”Asraarul Mufidah” sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah. Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah SAW bersabda bermaksud: 

“Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.”

Sabda baginda lagi; 

“Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”

Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah SWT sebagaimana Dia memelihara Nabi Muhammad SAW. Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah SWT daripada gangguan serta hasutan syaitan. Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah SWT, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya. 

Amalkan membaca ayat kursi sebelum dan semasa perjalanan

Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin. Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. 

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang lain. Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah-rumah di sekitarnya. Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan-perbuatan orang yang benar, pahala nabi-nabi juga Allah melimpahkan padanya rahmat. Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya. 

Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid. Barangsiapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.

70 Dosa Besar



Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sampaikanlah PesanKu Biarpun Satu Ayat..."

Kami berpesan pada diri kami dan pada tuan-tuan jangan sekali-sekali melakukan dosa-dosa dibawah ini. Jika terlanjur cepat-cepat bertaubat sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Semoga taubat kita diterima oleh Allah. Amin...

Mengikut imam Azzahabiyy dalam kitabnya "Al-Kabaair" beliau menghimpunkan jenis dosa-dosa besar sebanyak 70 perkara:

01 - Belajar ilmu dan sembunyikan pengetahuan
02 - Bersaksi palsu
03 - Berjudi
04 - Bersumpah palsu dan bohong
05 - Berbohong
06 - Bergambar di baju (semasa solat)
07 - Perempuan melacur
08 - Berbuat buruk terhadap yang lemah
09 - Berdebat dan memusuhi
10 - Bersifat dayus
11 - Bercakap kasar dengan orang tua
12 - Dusta nama Allah dan rasulnya
13 - Derhaka pada suami
14 - Derhaka pada hamba Allah, beranggapan dirinya sahaja yang baik
15 - Hakim derhaka
16 - Homoseks (sejenis)
17 - Mengurangi timbangan
18 - Lari seorang hamba dari tuannya
19 - Lelaki menyerupai wanita
20 - Lari dari medan perang di jalan Allah
21 - Membunuh manusia
22 - Membunuh diri sendiri
23 - Mengamalkan sihir
24 - Meninggalkan solat lima waktu
25 - Meninggalkan solat jumaat
26 - Menderhaka kepada kedua ibu bapa
27 - Memutuskan hubungan silaturrahim
28 - Melakukan zina
29 - Makan harta anak yatim dengan jalan yang tidak betul
30 - Makan dari kekayaan haram
31 - Memberi dan menerima rasuah
32 - Melabuhkan pakaian kerana berlagak sombong
33 - Makan riba
34 - Minum arak
35 - Mencuri
36 - Merompak
37 - Melalukan kezaliman
38 - Melakukan pengkhianatan
39 - Menyebut-nyebut pemberian
40 - Mengingkari janji
41 - Memfitnah
42 - Mengutuk orang islam
43 - Merasa aman dari kemurkaan Allah
44 - Menipu harta rampasan
45 - Melampaui batas
46 - Menuduh zina terhadap orang baik
47 - Memakai emas dan sutera (bagi lelaki)
48 - Mempercayai nujum dan sihir
49 - Menjadi bapa sanggup
50 - Mencari kesalahan orang lain
51 - Menganggu orang lain
52 - Menganggu tetangga
53 - Menyakiti dan memaki orang islam
54 - Mengintip dan membuka rahsia orang
55 - Mencaci sahabat Nabi
56 - Mengurangi wasiat
57 - Mengingkari takdir
58 - Putus asa dari rahmat Allah
59 - Penipuan dan kezaliman terhadap rakyat
60 - Riak dan mempamerkan diri
61 - Syirik kepada Allah dengan sesuatu yang lain
62 - Sombong serta angkuh
63 - Sembelih untuk selain Allah
64 - Tidak mengeluarkan zakat
65 - Tidak berpuasa di bulan ramadhan
66 - Tidak mengerjakan haji jikalau mampu
67 - Tidak istinjak selepas kencing
68 - Tidak mendengar cakap ibu bapa
69 - Tipu daya
70 - Wanita menyerupai lelaki

Proses kehancuran tubuh kita dalam kubur

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR-3nnLi4uqqulyYqhqIVcLxU8Pfma8VP2CcvBg31g6ooKjJthBWw
SESUNGGUHNYA mayit di dalam kubur, akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.
Malam Pertama
Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.
Malam Kedua
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.
Hari Ketiga
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.
Seminggu Setelahnya
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.
Setelah 10 hari
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..
Setelah 2 Minggu
Rambut mulai rontok
Setelah 15 Hari
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya
Setelah 6 Bulan
Yang tersisa hanya rangka tulang saja.
Setelah 25 Tahun
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.
Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan. (AR/Dr.Zuhair Rabih (Anggota Haiah I’jazul Ilmi, Makkah al-Mukarromah)/
Sumber: Majalah Qiblati Edisi 06, Tahun V, 03-1431H/03-2010M, Hal.46-47]

Keadaan Umat Muhammad Apabila Diseru Meniti Titian Siratul Mustaqim



Allah SWT menyeru, “Wahai Muhammad!.. Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan mereka di atas sirat yang dilebarkan. Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan!”

Malaikat Malik AS berdiri di pintunya (neraka) pula menyeru “Wahai Muhammad!.. Sesiapa yang datang dari umatmu dan bersamanya ada pelepasan dari allah s.w.t maka dia akan terselamat! Sekiranya sebaliknya, dia akan terjatuh ke dalam neraka! Wahai Muhammad! Katakan kepada orang yang diringankan agar berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan agar berjalan!.”

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada malaikat Malik “Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah SWT keatasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu!”

Malaikat Malik AS memalingkan mukanya dari kita, umat Nabi Muhammad SAW. Kita telah dipecahkan kepada kumpulan-kumpulan ini. Nabi Muhammad SAW mendahului mereka lalu bersabda kepada kita;

“Ikutlah aku wahai umatku di atas sirat ini! ”

1. Kumpulan pertama berjaya melepasi seperti kilat yang memancar.

2. Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.

3. Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.

4. Kumpulan keempat seperti burung yang pantas.

5. Kumpulan kelima berlari

6. Kumpulan keenam berjalan.

7. Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk kerana mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Nabi Muhammad SAW berhenti di atas sirat. Setiap kali baginda melihat seorang dari kita bergayut di atas sirat, baginda akan menarik tangannya dan membangunkan kita kembali.

8. Sesiapa yang berada di kumpulan kelapan akan menarik-narik muka sendiri dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa-dosa. Bagi yang buruk, kita akan menyeru “wahai Muhammad!” Nabi muhammad SAW berkata “Tuhan! Selamatkan mereka! Selamatkan mereka!”

9. Sesiapa yang berada di dalam kumpulan ini, kita akan tertinggal di sirat kerana tidak diizinkan untuk menyeberang.

Selepas aku baca semua ini, terus aku menangis dan terfikir:
Ya Rasulullah, begitu banyak pengorbananmu kepada umatmu! Sehinggakan kau menolong kami di akhirat, kau memberikan kami syafaat, tapi kami, selalu melupakanmu, selalu lupa berselawat keatasmu, sedangkan kami tahu bahawa hanya kau sahaja yang dapat memberikan kami syafaat dan hanya kau sahaja yang dapat menolong kami di akhirat kelak!

Diriwayatkan bahawa di pintu syurga,ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira melainkan Allah SWT sahaja yang tahu. Di atasnya ada kanak-kanak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan, kurang dan lebih sebelum mereka baligh.

Apabila mereka melihat ibu bapa mereka, mereka mengiringi dan menyambut mereka memasuki syurga. Mereka memberikan gelas dan cerek serta tuala dari sutera. Mereka memberi ibu bapa mereka minum kerana kehausan kiamat. Mereka memasuki syurga bersama-sama.

Hanya tinggal kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka. Suara tangisan mereka semakin nyaring.

Kanak-kanak itu berkata “Aku mengharamkan syurga bagi diriku sehingga aku melihat ibu dan bapaku!”

Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka telah berkumpul. Mereka berkata “Kami masih di dalam keadaan yatim di sini dan di dunia!”

Malaikat berkata kepada mereka “Bapa-bapa dan ibu-ibumu terlalu berat dosa mereka. Mereka tidak diterima disyurga akibat dosa mereka”

Mereka terus menangis malah lebih kuat dari sebelumnya dan berkata “Kami akan duduk di pintu syurga moga-moga Allah SWT mengampuni dan menyatukan kami dengan mereka”

Demikianlah orang -orang yang melakukan dosa besar akan dikurung di tempat pembalasan yang pertama iaitu sirat. Ia dipanggil “tempat teropong”. Kaki mereka akan tergantung di sirat.

Nabi Muhammad SAW melintasi sirat bersama-sama orang-orang yang soleh di kalangan yang terdahulu dan orang-yang taat selepasnya. Di hadapannya ada bendera-bendera yang berkibaran. Bendera kepujian berada di atas kepalanya.

Apabila bendera baginda menghampiri pintu syurga, kanak-kanak akan meninggikan tangisan mereka. Rasulullah SAW bersabda “apa yang berlaku pada kanak-kanak ini?”

Malaikat menjawab,”Mereka menangis kerana berpisah dengan ibu bapa mereka”

Rasulullah SAW bersabda “Aku akan menyelidiki khabar mereka dan aku akan memberikan syafaat kepada mereka. InsyaAllah”

Rasulullah SAW memasuki syurga bersama umatnya yang berada di belakang. Setiap kaum akan kekal di dalam rumah-rumah mereka. Kita memohon kepada Allah supaya kita masuk di dalam keutamaan ini dan menjadi sebahagian dari mereka. InsyaAllah.. Wa Allahu 'alam.

Sumber: waazin.blogspot.com

Rabu, 2 Oktober 2013

ISLAM AKAN BERSINAR DI BENUA EROPAH.......TANDA AKHIR ZAMAN

Benua Eropah yang menjadi antara lubuk sentimen Islamfobia yang dihangatkan lagi dengan rentetan cubaan serangan terbaru di Britain, baru-baru ini, sebaliknya semakin diterangi sinar Islam menerusi projek pembinaan beratus-ratus masjid baru. Setakat ini, di Britain saja ada sebanyak 1,500 masjid manakala 10 di Perancis, lapan di Sweden, empat di Hungary dan dua di Russia termasuk Masjid Qolsharif di Tatarstan yang menjadi masjid terbesar Eropah pada masa
ini.
Projek pembinaan masjid baru dari Jerman ke Sepanyol dan Britain, sekaligus membuktikan keberanian masyarakat Muslim menonjolkan identiti sebenar mereka, tanpa perlu rasa takut mahu pun terancam dengan perkembangan di sekeliling mereka. Lebih menarik, jika dulu mereka terpaksa secara rahsia menunaikan solat di bilik gelap di bahagian paling bawah bangunan kerana bimbang dicemuh, keadaan sekarang sebaliknya. Mereka yang kebanyakannya golongan pendatang dari Turki dan Afrika Timur, bukan setakat berani keluar masuk masjid, malah bekerjasama mengumpul dana dan bersatu hati menghadapi sebarang dugaan bagi memastikan masjid yang diingini dapat menjadi satu realiti.
Malah, seperti dilaporkan media Barat baru-baru ini, kehadiran kubah masjid terbesar di Jerman misalnya, semakin menenggelamkan menara gereja – petunjuk keyakinan baru ke atas Islam ketika gereja pula semakin terbiar di negara Eropah itu.
Di Jerman saja, sehingga 184 masjid baru kini dalam proses pembinaan termasuk di daerah Kreuzberg, Berlin. Keadaan jauh berbeza jika dibandingkan bertahun-tahun lalu apabila 180 rahib kumpulan Katolik Sisters of the Divine Savior diibaratkan sebagai nadi di bandar itu. Malangnya, hari ini mereka cuma tinggal 8 orang. Setiap minggu, purata 150 penganut Roman Katolik menghadiri perhimpunan di Gereja Liebfrauen berbanding kira-kira 3,000 Muslim memenuhi Masjid Yavuz-Sultan-Selim. Sejak pembukaannya pada 1995, kehadiran kedai dan pusat belia Muslim menjadi ‘besi berani’ bagi kalangan penduduk Islam.

Di sekitar Eropah, Islam yang juga agama paling pesat berkembang, semakin ketara dan jelas kewujudannya berbanding satu ketika dulu apabila ia diamalkan secara senyap-senyap. Perubahannya bukan menyentuh aspek seni bina pada bandarnya, tetapi juga nilai sosial masyarakat setempat. Dalam apa dirujuk sebagai lambang integrasi Muslim, fenomena kemunculan ketara Islam ini turut dilihat sebagai bukti yang dunia Islam jelas mengancam budaya Kristian Eropah.
“Masyarakat Muslim sudah berani keluar menonjolkan diri mereka yang sebenarnya,” kata Claus Leggewie, pakar Sains Politik Universiti Giessen, Jerman.
Kenyataannya itu berdasarkan kajiannya mengenai evolusi landskap dan binaan masjid di Jerman.
“Menerusi projek pembinaan masjid yang besar sedemikian, mesej yang mahu disampaikan (umat Islam) adalah kami di sini. Kami mahu menjadi sebahagian landskap simbolik Jerman. Kami ada di sini dan akan terus kekal di Jerman,” kata Leggewie.
Pembinaan masjid besar dari Cologne, Jerman sehingga ke Amsterdam (Belanda) dan Seville, Sepanyol, berdepan bantahan keras penduduk dan pemimpin tempatan yang mendakwa ia lubuk menghasilkan pengganas. Lebih menyedihkan, apabila ada kalangan umat Islam yang meragui pembinaan masjid itu. Ini dibuktikan dengan kenyataan ahli keluarga dua suspek keganasan di Glasgow, Scotland yang mendakwa suspek itu dilatih menjadi radikal oleh kumpulan pendakwah Tablighi Jamaat (Jemaah Tabligh) – kumpulan sama yang sedang hebat memperjuangkan hak bagi pembinaan kompleks Masjid Besar London di tanah seluas 18 ekar. Malah, pembinaannya berhampiran stadium Olimpik 2012, juga bakal mencatat sejarah sebagai masjid terbesar Eropah.
Kewujudan bangunan seumpamanya jelas berbeza daripada ruang bawah tanah gelap dan kecil yang menjadi tempat jemaah seperti Halif Kuzpinar menunaikan solat Jumaat, sejak 33 tahun lalu selepas dia berhijrah dari Turki ke kawasan di Frankfurt, Jerman. Siapa sangka, pergerakan Islam yang dianggotainya itu dapat membeli sebuah pasar raya di penempatan bandar Wiesbaden, di tengah Jerman.
“Di sini ada tempat letak kereta, pusat kanak-kanak dan untuk golongan belia. Kami mahu mewujudkan pusat setempat bagi membolehkan orang ramai melihat apa yang sebenarnya kami lakukan di sini,” kata Kuzpinar.
Berikutan kewujudan tempatnya sendiri, Mili Gorus – sebuah pertubuhan hak asasi Islam Turki yang dipantau kerajaan Jerman, mahu memiliki sesuatu yang tidak pernah dikecapinya iaitu pengiktirafan rakyat di negara yang sudah menjadi tanah air mereka.
Namun, usaha murni itu berdepan bantahan keras. “Ia sepatutnya dijual sebagai sebuah pasar raya, bukannya masjid,” kata Wolfgang Kopp, pemilik pangsapuri di seberang premis itu.
Beliau bersama jiran lain, berjaya menghalang usaha menjadikan bangunan pasar raya itu kepada masjid, tetapi hanya untuk sementara waktu. Ini disebabkan, Perlembagaan Jerman jelas menyatakan semua agama boleh memiliki tempat ibadatnya sendiri. Sejak menjejakkan kaki di Jerman, golongan pendatang seperti Kuzpinar, terpaksa bersolat di bilik gelap yang menjadi simbol kegelapan masyarakat Islam yang tersepit di antara kebebasan mengamalkan agama serta budaya masyarakat setempat di negara yang menjadi tanah air mereka.
Kini, generasi ketiga yang semakin berjaya, saling berusaha dalam projek pembinaan masjid yang lengkap dengan menara. Jika 10 tahun lalu cuma wujud sebilangan kecil saja masjid, Jerman kini menyaksikan 159 masjid manakala 184 projek pembinaan masjid baru, mengikut Institut Arkib Islam Jerman.
Aachen, bandar Jerman yang didiami 257,000 penduduk di sempadan Belgium dan 9 peratus masyarakatnya beragama Islam, baru saja memberi kelulusan pembinaan masjid besar.
“Ia petanda yang masyarakat Muslim menjadi sebahagian anggota penting masyarakat,” kata Datuk Bandarnya, Jurgen Linden.
Kata-katanya terbukti benar apabila Islam yang ingin ditonjolkan sebagai agama pengganas, sebaliknya semakin hari semakin mendapat tempat di hati ramai anggota masyarakat – tanpa perlu kempen besar-besaran mahupun mencela agama lain yang sudah bertapak kukuh di negara Eropah terbabit.
Hasil kerjasama dan kesabaran di kalangan Muslim sudah cukup menjadi bukti keagungan Islam sebagai agama keamanan dan kemunculan kubah masjid mengatasi menara gereja di Jerman hanyalah antara permulaan awal kebangkitan sinar Islam di bumi Eropah.

Selasa, 24 September 2013

SUASANA DI ALAM BARZAKH


Akhirat destinasi yang akhir buat manusia. Tapi malangnya dia telah dilupakan oleh manusia. Persediaan untuk ke sana diabaikan. Tempat persinggahan sementara ke Akhirat ialah kubur atau Alam Barzakh. Border di antara dunia dan Akhirat. Di sana ada peperiksaan...
Adapun peristiwa di alam kubur atau di alam barzakh bermula apabila seseorang itu telah mati dan kemudiannya dimasukkan ke dalam kubur. Di alam kubur itulah seseorang itu dikatakan berada di alam barzakh. Barzakh ialah dinding pemisah di antara dua alam yang akan dialami oleh setiap manusia iaitu di antara alam dunia dengan alam akhirat. Setelah seseorang itu mati, dia akan kembali ke alam akhirat tetapi sebelum menempuh alam akhirat, dia akan berada di alam barzakh terlebih dahulu. Alam akhirat yang sebenarnya ialah alam Mahsyar iaitu setelah berlaku kiamat yang seterusnya manusia akan menuju ke syurga atau ke neraka. Jadi, alam barzakh ialah tempat seseorang itu akan menunggu setelah dia mati sebelum dia dibangkitkan semula oleh Allah SWT di hari kiamat nanti.
Apabila seseorang itu mati, dia akan ditanamkan. Ada setengah-setengahnya dibakar, namun hakikamya adalah ditanam juga dan tetap menuju ke alam barzakh juga. Bagi umat Islam, setiap yang telah mati adalah ditanam. Begitu juga sebahagian dari orang-orang kafir. Dan apabila seorang itu telah ditanam atau dikebuminkan, mana-mana yang mempercayai talqin akan membacakan talqin ke atasnya tetapi mana-mana yang tidak mempercayai talqin, mereka yang menghantarkan seseorang yang telah mati itu ke kubur akan pulang, tidak kira sama ada dia suaminya atau anaknya atau isterinya atau siapa saja. Tidak ada siapa yang mahu menunggu lama-lama di atas kubur tadi. Maka akan tinggallah seseorang yang telah mati itu tadi berseorang diri di dalam kubur yang sempit lagi gelap gulita itu.
Menurut satu riwayat hadis Rasulullah SAW, kibaran pakaian orang-orang yang hidup di atas kubur ketika meninggalkan kubur si mati setelah upacara pengkebumian selesai, dapat didengar oleh mayat yang terkujur di dalam tanah itu. Dan setelah beberapa langkah mereka meninggalkan mayat orang yang telah dikebumikan tadi, Allah SWT meniupkan semula roh si mati tadi ke dalam jasadnya. Ketika itu, mayat tadi pun terkejut dan bingkas bangun. Ada satu riwayat dari Syeikh Ibnu Hajar Haitami, roh yang dikembalikan oleh Allah SWT kepada mayat itu hanya kepada sebahagian badannya saja iaitu dari punggung ke atas.
Kemudian, setelah roh ditiupkan semula oleh Allah SWT kepada si mayat, dia pun hidup semula. Ketika itu datanglah dua orang malaikat yang bernama Mungkar dan Nakir untuk menyoal si mayat tadi. Adapun Mungkar dan Nakir ini akan hadir kepada setiap yang mati sama ada dia mukmin atau kafir, sama ada mukmin yang ahli syurga atau pun mukmin yang derhaka, yang munafik, yang musyrik dan sebagainya. Dan Mungkar dan Nakir ini ialah dua orang malaikat yang tidak siapa pun pernah melihat rupanya, walaupun Rasulullah SAW. Dengan sebab itu, tidak siapa pun kenal dan tahu akan kedua malaikat ini. Sebab itulah mereka berdua dinamakan Mungkar dan Nakir. Walau bagaimana pun keadaan kedua orang malaikat ini dapat digambarkan juga oleh ulama-ulama yang jiwa mereka siici dan bersih yang mana mereka itu sentiasa dalam pimpinan Allah SWT. Walau pun kedua malaikat malaikat Mungkar dan Nakir tidak pernah dilihat oleh sesiapa pun, tidak seperti malaikat- malaikat lain umpamanya Jibril dan Mikail yang mana kedua mereka itu pernah dilihat oleh Rasulullah malah Jibril adalah yang selalu bertemu dengan Rasulullah sama ada dalam rupanya yang asal mahupun dalam rupa menyamar, namun ada riwayat-riwayat hadis yang menggambarkan keadaan Mungkar dan Nakir itu.
Di dalam satu riwayat hadis menceritakan bahawa muka Mungkar dan Nakir ini adalah amat hitam dan legam lagi kebiru-biruan. Mukanya itu adalah terlalu besar dan lebar. Selain dari itu, jasadnya juga adalah hitam legam serta kebiru-biruan. Mata Mungkar dan Nangkir ini adalah merah menyala seperti sebiji periuk tembaga. Di dalam satu riwayat lain, mata Mungkar dan Nakir itu dikatakan seperti kilat yang menyambar, bersinar-sinar lagi tajam. Begitu juga keadaan matanya hinggakan tidak ada siapa pun yang boleh menatap matanya itu.
Suara kedua malaikat itu adalah seperti guruh halilintar yang membelah langit malah lebih dahsyat dari itu lagi. Kemudian, apabila malaikat ini bersuara ketika menyoal si mati dari golongan orang-orang yang mukin tetapi derhaka kepada Allah seperti orang yang mengaku mukmin tetapi tidak sembahyang, tidak puasa, tidak bersedekah, tidak naik haji bila cukup syarat, tidak mahu menunaikan perintah-perintah Tuhan malah melakukan larangan-larangan Tuhan seperti minum arak, main judi, bergaul bebas, berzina, mendedah aurat dan lain-lainnya dan juga bersuara kepada orang-orang munafik, orang kafir serta orang-orang musyrik, keluar dai mulut kedua malaikal itu suatu api yang menyambar dan membakar mayat-mayat tadi.
Cuba kita bayangkan keadaan mayat yang keseorangan diri di dalam alam kubur atau alam barzakh tadi, tiada teman dan taulan, tiada sanak saudara, tiada pangkat dan darjat dan sebagainya. Semua itu sudah tinggal di dunia dan yang akan mengiring mayat ke dalam kubur hanyalah amal soleh yang akan menjadi pembela di dalam segala perbicaraan. Kalau ada amal soleh, maka akan terselamatlah kita di dalam persoalan-persoalan kedua malaikat tadi tetapi kalaulah amal tholeh saja yang mengiring atau amal jahat, maka akan musnahlah si mayat. Dalam keadaan demikian terpekik terlolonglah si mayat seorang diri, tidak ada siapa yang tahu dan tidak ada siapa yang mendengarnya.
Dalam kita membayangkan keadaan mayat di dalam kubur tadi, janganlah kita bayangkan keadaan seperti lubang kubur yang kita korek pada ketika hendak menanamkan mayat. Alam barzakh atau alam kubur, bukanlah seperti liang lahad yang kita korek untuk kita tanamkan si mayat. Ia adalah satu alam yang lain, yang terpisah dari alam nyata ini. Lubang kubur yang kita korek tadi hanya tempat kita hendak menyimpan mayat. Ia masih di alam nyata iaitu di muka bumi. Pendek
kata, kalau kita korek semula lubang kubur tadi, kita tetap dapat melihat mayat yang kita tanamkan, terbujur baring dengan dibaham oleh ulat-ulat dan cacing hingga seluruh tulang dan daging reput menjadi tanah. Oleh yang demikian, bukan itu yang sebenarnya berlaku kepada si mayat di alam kubur. Yang sebenarnya berlaku ialah, mereka sudah berpindah ke alam barzakh sambil menunggu hari Pembicaraan di padang Yaumal Mahsyar nanti. Jadi, di alam barzakh tempat setiap orang yang sudah mati itu menunggu itulah, mereka masing-masing akan bertemu dengan malaikat Mungkar dan Nakir yang keadaan mereka berdua itu seperti yang digambarkan di atas tadi. Seterusnya, di tangan mereka terdapat pemukul daripada besi atau cemeti besi yang mana pemukul mereka itu kalau digunakan untuk memukul bukit-bukit dan gunung di dunia ini, akan hancur luluh semuanya. Kalaulah gunung-ganang dan bukit bukau yang begitu kuat boleh hancur berderai, bayangkanlah pemukul yang sama itu digunakan kepada jasad si mati yang lemah longlai itu. Apakah daya upaya si mayat tadi untuk mempertahankan dirinya. Tidak ada daya upaya. Cemeti besi yang begitu dahsyat yang menurut satu riwayat lain, kalau berhimpun seluruh umat yang melontar Jumrah di Mina sekali pun cemeti itu tidak terdaya untuk dipikul, tetap akan menghempap ke jasad si mayat yang lemah dan kerdil tadi.
Cubalah kita bayangkan azabnya penderitaan si mayat bila dilibas oleh cemeti besi yang dibawa oleh Mungkar dan Nakir. Kalau kita mati dengan membawa amal tholeh, amal jahat, amal perbuatan yang sentiasa derhaka kepada Allah SWT, kita tidak akan dapat lepas daripada berhadapan dengan kedua malaikat Mungkar dan Nakir. Setiap mukallaf iaitu yang akil lagi baligh, kalau tidak melaksanakan segala suruhan Tuhan dan menjauhkan segala laranganNya, azab yang didatangkan oleh kedua Mungkar dan Nakir akan menimpa dirinya. Orang-orang yang derhaka kepada Allah SWT, tidak mengerjakan suruhanNya dan tidak menjauhkan laranganNya, dia tidak boleh menjawab soalan-soalan yang dikemukakan oleh kedua malaikat tadi. Setiap persoalan yang tidak boleh dijawab, kedua malaikat tadi akan menjalankan penyeksaannya tanpa belas kasihan. Sekali pukul, akan hancur seluruh jasad si mayat dan sakitnya terasa hingga ke hati. Kemudian, jasad itu akan bercantum semula kerana di alam akhirat seseorang tidak akan mati lagi. Apabila bercantum semula jasad si mati, pemukul besi Mungkar dan Nakir akan melibas lagi ke dirinya. Dan begitulah seterusnya penyeksaan ini berlaku hingga ke hari kiamat iaitu ketika semua manusia dibangkitkan kembali oleh Allah SWT dengan tiupan sangkakala yang kedua. Sebab itulah, kita hendaklah memikirkan dan menghayati kebenaran ini dengan sungguh-sungguhnya hingga terasa gerun dan gentar untuk berhadapan dengan peristiwa di alam kubur kelak. Persoalan-persoalan yang dihadapkan oleh Mungkar dan Nakir kepada kita adalah merupakan persoalan Ketuhanan, Keimanan dan Keyakinan. Hal-hal yang demikian, termasuk yang kita pelajari ini, hendaklah kita fahami dan kita hayati sungguh-sungguh serta kita laksanakan di dalam kehidupan kita semasa kita boleh lagi menyedut udara Allah di dunia ini, semasa kita masih lagi boleh makan sup ayam, makan sate dan sebagainya. Kalau hala-hala yang bersangkutan dengan Ketuhanan dan Keimanan dapat kiga hayati dan kita amalkan sungguh-sungguh dan dapat menjadi pegangan dan keyakinan kita hingga di saat kita berhadapan dengan sakaiatul maut, kita akan terlepas dari azab Mungkar dan Nakir, walaupun kita akan berhadapan dengan keduanya, dengan menyaksikan tongkat besi mereka, suara mereka yang begitu hebat dan dahsyat dan sebagainya. Namun, kita tetap tenang tanpa takut dan gentar.
Malah bagi mukmin yang sejati, mukmin yang taat menjalankan setiap perintah Tuhan, mukmin yang ketika di dunia mengerjakan amal-amal soieh serta amal- amal yang akan dinilai Tuhan sebagai amal yang layak diberi ganjaran pahala, ketika kedua Mungkar dan Nangkir datang bertanyakan diri, mereka akan berkata-kata dengan suara yang lemah lembut walaupun rupanya begitu hebat dan gagah tadi. Walau pun rupa mereka begitu mengerikan, tetapi kerana mereka bersuara dengan lemah lembut, sedikit pun tidak mendatangkan gentar dan khuatir kepada mayat mukmin yang soleh tadi. Bila kedua Mungkir dan Nakir bertanya kepada mayat mukmin yang soleh tadi, setiap soalannya dapat dijawab. Semua persoalan yang di- kemukakan seperti yang kita dengar melalui pembacaan talqin seperti, “Siapa Tuhan kamu?” “Siapa penghulu kamu?” “Apa agama kamu?” “Siapa imam kamu?” dan sebagainya, semua itu dapat kita jawab dengan lancar dan dengan lidah yang fasih. Inilah yang berlaku kepada orang mukmin yang sejati.
Sebaliknya, orang mukmin yang derhaka, mukmin yang mati membawa amal-amal jahat, mukmin yang mati membawa hati yang kotor yang berselaput dengan sifat riak, sombong, takabur, hasad dengki, gila dunia, kedekut, bakhil, pemarah, pembengis dan lain-lain sifat keji, dia tidak akan dapat menjawab persoalan-persoalan yang walaupun nampaknya mudah saja. Persoalan seperti “Siapa Tuhan kamu?” tentu nampaknya mudah saja dijawab kerana mungkin di dunia kita telah menyebut nama Tuhan di dalam wirid zikir jutaan kali. Tetapi oleh kerana kita mati dengan ntembawa amal jahat, amal yang derhaka kepada Tuhan, amal yang dilarang dan diharamkan oleh Allah SWT sama ada yang Iahir mahupun yang batin, persoalan yang mudah seperti “Siapa Tuhan kamu?” tidak akan dapat dijawab. Allah SWT tidak mengizinkan orang-orang yang derhaka, ingkar dan mungkar menyebut namaNya ketika di akhirat nanti. Allah tidak akan mengizinkan orang yang mengaku dirinya Islam tetapi tidak taat kepada suruhan yang terkandung di dalam ajaran Islam menyebut namaNya ketika di akhirat nanti Allah akan kunci mati mulutnya.
Begitu juga. dia tidak akan dapat menjawab penanyaan. “Siapa penghulu kamu?” dengan mengatakan “Muhammad nabi aku” kerana di dunia dia tidak menjalankan disunnahkan oleh Rasul. Walaupun di dunia dia menyambut hari keputeraan Rasul, telah membaca sejarah Rasul dan sebagainya, tetapi kerana dia tidak ikut sunnah Rasul. tindak tanduknya setiap hari tidak sesuai dengan apa yang Rasul suruh dan apa yang Rasul larang, maka di akhirat nanti dia tidak boleh menyebut Muhammad itu pesuruh Allah nabi yang menjadi ikutan kita.
Begitu juga, orang mukmin yang derhaka kepada Allah, dia tidak boleh menjawab soaian “Siapa imam kamu?” Soalan ini nampaknya rnudah tetapi bukan mudah bagi mukmin yang derhaka kerana dia tidak faham maksud imam di sini. Imam yang dimaksudkan ialah Al Quran. Dia nanti tidak boleh menyebut Al Quran kerana di dunia dia hanya tahu apa itu Al Quran tetapi hidupnya tidak disuluh dengan Al Quran. Kehendak Al Quran tidak diikuti sepenuhnya. Boleh jadi kita ikul setengah darinya tetapi yang setengah lagi kita tidak ikut. Kerana ini, orang yang demikian tidak akan dapat menjawab “Al Quran itu imamku”. Malah orang yang demikian, Allah sebut di dalam Al Quran, maksudnya: Apakah kamu beriman dengan sebahagian daripada kitab (iaitu Al-Quran) dan kufur dengan sebahagian yang lain (iaitu engkar). Tidaklah ada balasannya bagi orang yang berbuat demikian melainkan hina hidupnya di dunia dan di akhirat dia akan dikembalikan kepada azab yang amat dahsyat. Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu buat”
Dan bagitu jugalah dengan soalan-soalan yang lain, walaupun nampaknya mudah tetapi bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah, lidahnya kelu dan Allah kunci mati mulutnya hingga tidak boleh berkata apa-apa lagi. Mungkar dan nangkir akan mengazabnya dengan azab yang amat dahsyat.
Sebaliknya, bagi orang mukmin yang soleh, yang taat kepada perintah Allah dan Rasul yang mengatur setiap aspek kehidupannya mengikut Al-Quran dan Sunnah dari aspek yang sekecil-kecilnya hinggalah ke aspek yang sebesar-besamya, mereka-mereka ini dapat menjawab dengan mudah setiap soalan yang ditanya oleh Mungkar dan Nakir. Apabila semua soalan itu telah dijawab, maka malaikat Mungkar dan Nakir pun mempersilakan mayat tadi berehat di satu kawasan yang sangat luas. Kemudian malaikal pun berkala, “Tidurlah kamu di sini sebagai tidur pengantin”. Yang dimaksudkan ialah tidur yang penuh dengan keindahan dan keseronokan yang dinikmati di alam barzakh bagi orang mukmin soleh adalah lebih dari keindahan malam pengantin. Nikmat-nikmat kehidupan di dalam Syurga Allah hantarkan melalui malaikat-malaikat untuk mereka.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “ Apabila seseorang manusia itu meninggal, maka terputuslah segala pahala amalannya, melainkan tiga amalan yang kekal berterusan walaupun selepas kematian, iaitu amalan soleh, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang soleh kepada kedua ibu bapanya”. Hadis Riwayat Muslim
Bagi orang-orang munafik dan orang kafir serta mukmin yang derhaka pula, malaikat-malaikat Mungkar dan Nakir akan berkata dengan mereka dengan muka yang menggerunkan serta dengan suara yang kasar hingga si mayat terketar-ketar dan takut. Kehidupan mereka ini di alam barzakh sentiasa penuh dengan ketakutan yang tidak terhingga. Kepada siapa pun dia tidak boleh meminta pertolongan sama ada kepada sanak-saudara, sahabat handai ataupun kepada anak isteri. Masing-masing tidak boleh mendengar jerit-pekik si mayat tadi. Yang mendengar hanyalah binatang-binatang seperti ayam itik, kambing, lembu dan sebagainya.
Adapun azab dan derita yang diberikan kepada orang-orang kafir, orang munafik dan orang-orang mukmin yang derhaka akan berterusan hingga ke hari Qiamat. Cuma bagi orang mukmin yang derhaka kerana dia mati membawa iman, azab yang diterimanya sekali-sekala Allah rehatkan juga. Walaupun azabnya berlaku hingga ke hari Qiamat, tetapi ada ketika-ketikanya orang-orang mukmin yang derhaka itu direhatkan iaitu bila datang malam Jumaat dan bila datang bulan Ramadhan. Selain dari itu, mukmin yang derhaka ini akan juga mendapat keringanan azab apabila kaum keluarga atau sanak-saudara serta anak isteri di dunia yang masih hidup ingat kepada si mati dan mengirimkan doa serta sedekah jariah yang pahalanya dikasadkan atau disedekahkan kepada si mati. Malah, kalau kiriman yang sepenuhnya diperolehi oleh si mati daripada mereka-mereka yang masih hidup terutamanya dari anak-anak yang soleh, kemungkinan azab atau siksa yang diterima akan diberhentikan terus. Inilah peluang yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang mati sebelum hari Qiamat iaitu peluang untuk mereka singgah dan berihat di alam barzakh di samping boleh menerima kiriman-kiriman pahala dari mereka-mereka yang masih hidup terutamanya dari waris-waris si mati.
Doa, wirid zikir, baca Al Quran, sedekah tahlil, Yasin dan sebagainya, kecuali amal-amal yang fardhu, semuanya itu boleh dikirimkan kepada mereka-mereka yang telah mati lebih dahulu dengan mengkasadkan atau meniatkan pahalanya disedekahkan kepada mereka. Mereka akan dilonggarkan daripada azab yang diterima dan kalau pahala yang sepenuh diterima, boleh jadi azab yang diterima itu dihentikan langsung. Jadi, sebagai anak atau sebagai isteri atau sebagai suami yang sanak saudara masing-masing telah kembali ke alam barzakh terlebih dahulu, eloklah meniatkan amal-amal bakti yang bukan fardhu agar pahalanya disedekahkan kepada mereka. Malah bukan saja kita sedekahkan pahalanya kepada sanak saudara kita yang lelah meninggal lebih dahulu, kita juga meniatkan sedekahnya kepada seluruh orang mukmin lelaki dan perempuan.
Sebenarnya, dengan kita mengkasadkan atau meniatkan pahala amal soleh kita kepada orang-orang mukimun yang telah mati lebih dahulu, kita masih lagi mendapat pahalanya. Janganlah kita khuatirkan yang kalau kita sedekahkan pahala amal kita itu kepada sanak saudara serta seluruh orang mukmin yang telah mati, kita tidak mendapal apa-apa pahala lagi. Sebenar, kita tetap juga menerima pahalanya disamping kita dinilai oleh Allah sebagai orang yang tidak kedekut dengan pahala dan kedekut dengan amal. Kita boleh bersikap tamakkan pahala atau mengaut sebanyak pahala yang boleh tetapi kita tidak boleh kedekut dengannya. Hendaklah kita dedahkan kepada siapa saja yang sudah mati sama ada mereka orang soleh ataupun orang yang derhaka.
Seterusnya, selain dari siksa-siksa yang diterima oleh seseorang yang telah mati dalam keadaan derhaka kepada Allah SWT seperti yang kita sebutkan tadi, ada lagi siksa-siksa yang berbagai-bagai jenis yang juga akan diterima oleh si mati. Di antaranya ialah sepertimana kata Rasulullah di dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan oleh Abi Said AL Qudri, katanya, “Aku dengar Rasulullah SAW bersabda, (maksudnya). Terjemahan : Allah SWT telah mengirimkan kepada orang-orang kafir (termasuk juga orang-orang munafik dan orang mukmin derhaka) 99 ekor ular yang besar-besar dan ular-ular itu akan menggigit dan mengetit dengan amat bisanya ke atas mayat itu hingga ke hari Qiamat. Jika sesekor dari ular itu datang ke atas muka bumi lalu menghembuskan nafasnya yang bisa itu ke muka bumi ini, nescaya tidak ada satupun yang akan tumbuh di muka bumi ini.
Begitulah dahsyatnya siksa yang akan diterima oleh orang-orang munafik, orang-orang kafir serta orang-orang mukmin yang derhaka ketika berada di alam kubur. Bukan saja ular-ular itu besar dan meng- gerunkan, malah ia akan mengetit dan menggigit dengan gigitan yang berbisa sekali. Diibaratkan bahawa kalau hembusan nafasnya yang bisa itu ditiup ke muka bumi, nescaya tidak ada satu tumbuhan pun yang dapat hidup di muka bumi ini.
Lagi satu siksa yang diterima oleh mayat yang derhaka kepada Allah di dalam kubur ialah siksa himpitan kubur. Kubur yang sempit itu akan menghimpit mayat hingga berselisih tulang-tulang rusuk. Kubur akan menghimpit si mayat apabila dia tidak dapat menjawab soalan- soalan yang ditanya oleh malaikat Mungkar dan Nakir. Selain dari itu, azab yang akan diterima oleh si mayat di alam kubur ialah azab yang didatangkan oleh malaikat ketika salah satu dari pintu neraka dibukakan. Api dari pintu neraka itu akan menyembur dan menuju ke alam bareah tempat mayat itu disiksa. Jadi, di alam barzakh lagi, manusia sudah menerima sebahagian kecil daripada azab api neraka. Sepertimana yang telah kita sebutkan, bagi orang-orang mukmin yang sejati atau orang-orang mukmin yang soleh, dia terlepas dari sebarang siksa kubur hatta malaikat Mungkar dan Nakir yang begitu ganas dan garang pun menjadi lemah lembut dengan mereka. Bagi mereka, alam barzakh ialah tempat mereka berehat dengan penuh keindahan dan kenikmatan. Allah datangkan untuk mereka nikmat-nikmat yang banyak sepertimana nikmat di dalam Syurga. Setengah daripada nikmat untuk mereka ialah Allah perluaskan kubur mereka hingga 70 hasta lebar. Dan kemudian Allah panjangkan kubur itu sehingga 70 hasta panjang. Maka berehatlah si mayat di dalam rumahnya yang begitu lebar dan luas sehingga ke hari qiamat.
Setelah Allah perluas dan Allah perpanjangkan kubur orang soleh, Allah bukakan salah satu daripada pintu Syurga. Maka mengalirlah sebahagian daripada nikmat Syurga termasuk makanan yang ]azat-lazat, rasa keseronokan dan keindahan yang tidak terkira dan lain-lain nikmat Syurga. Cuma ulama-ulama tidak pernah menyebut tentang nikmat bidadari Syurga bagi mereka yang berehat di alam barzakh. Begitu juga, di alam barzakh tidak ada pelayan-pelayan sepertimana yang terdapat di dalam Syurga. Ertinya, di alam barzakh, masing-masing adalah bersendiri sahaja. Walau pun bersendirian, tetapi dia masih seronok dan gembira. Hidupnya di alam barzakh penuh bergemerlapan, diterangi oleh cahaya-cahaya dan suasana Syurga. Cahaya yang meneranginya di alam kubur adalah dari lampur yang cantik dan mdah, memberikan dia rasa yang nyaman tidak panas dan tidak juga sejuk.
Kemudian Allah datangkan kepadanya salah satu daripada pohon syurga. Maka adalah baginya buah-buahan yang lazat-lazat di samping ada air yang mengalir. Yang demikian, kata ulamak, jadilah suasana di alam barzakh bagi orang-orang mukmin yang soleh seperti suasana malam bulan pumama setiap saat dan ketika sehinggalah dia dihimpunkan di padang Yauma Mahsyar kelak.
Demikianlah serba sedikit gambaran terhadap peristiwa-peristiwa yang berlaku kepada manusia di alam barzakh atau di dalam kubur sama ada yang telah berlaku iaitu bagi mereka-mereka yang telah mati lebih dahulu dari kita ataupun yang akan berlaku ke atas kita-kita semua apabila kita mati kelak. Dan pada masa ini, peristiwa-peristiwa itu sedang menimpa mereka-mereka yang berada di alam barzakh. Khususnya bagi orang-orang munafik dan orang-orang kafir, mereka ini sedang menerima siksa dan az.ab yang tidak henti-hentinya.
Begitu juga bagi bagi orang-orang mukmin yang derhaka, irigkar dan mungkar terhadap perintah-perintah Allah yang ketika di dunia dulu mengakui Islam tidak mahu hidup menurut yang dikehendaki oleh Islam tetapi sebaliknya lebih suka hidup menurut cara-cara yang lain dari Islam seperti cara orang Yahudi, cara orang Nasrani, cara orang barat, cara orang timur dan sebagainya, maka bagi mereka ini juga kini sedang menerima azab siksa kubur yang keadaannya adalah seperti azab di dalam neraka Allah.
Cuma, bagi orang mukmin yang sebenar-benarnya iaitu orang mukmin yang taat mengerjakan perintah Allah, membuat perkara yang disuruh sama ada yang fardhu mahupun yang sunat dan meninggalkan perkara yang dilarang dan yang diharamkan oleh Allah SWT, sama ada yang haram ataupun mereka yang makruh, bagi mereka ini alam barzakh ataupun alam kubur adalah tempat mereka berehat dan tempat mereka menenangkan hati. Kini mereka sedang menikmati sebahagian daripada nikmat-nikmat Syurga yang Allah anugerahkan kepada mereka.
Kita yang masih hidup ini hendaklah menjadikan cerita-cerita yang diriwayatkan dari hadis-hadis sahih Rasulullah SAW ini mengenai peristiwa alam kubur sebagai satu pengajaran yang wajib kita pegang dan kita yakini supaya kita dapat mengatur langkah-langkah yang wajar bagi mengelakkan diri kita daripada siksa dan azab di alam barzakh. Caranya ialah dengan benar-benar menyusun dan mengatur setiap aspek kehidupan ini mengikut yang dikehendaki oleh ajaran Islam, ajaran Allah dan Rasul serta ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Sama ada dalam kita mengatur diri kita, dalam kita mengatur rumah-tangga kita, dalam kita mengatur anak isteri kita,”dalam kita mengatur usaha ikhtiar kita, dalam kita mencari rezki, mencari ilmu pengetahuan dan lain-lainnya, semuanya itu hendaklah mengikut yang dikehendaki oleh Al Quran dan sunnah. Setiap aspek kehidupan kita itu mestilah menurut ajaran Islam, barulah kita akan terselamat di akhirat nanti.
Ingatkanlah kematian kita itu dari detik ke detik dan dari saat ke saat. Justeru Allah tidak janjikan kematian kita di waktu tua. Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita disebabkan sakit. Tidak pun sakit boleh mati juga. Hal ini sepatutnya tidak payah diberitahu. Semua orang tahu, kan pengalaman bersama. Ada orang mati kecil, ada orang mati muda, ada orang mati tua. Ada orang mati tanpa sebab apa-apa. Sedang rehat-rehat atas kerusi tiba-tiba terlintuk saja. Ditengok nafas sudah tiada. Oleh itu janganlah senang-senang hati dengan kematian. Kematian bila-bila masa berlaku. Kita tunggulah kematian itu dari nafas ke nafas. Agar kita tidak ada angan-angan yang melalaikan. Hendak membangun, membangunlah. Tapi ingatlah waktu itu boleh mati. Hendak maju, majulah tapi kematian boleh berlaku di waktu itu. Hendak kejar kekayaan kejarlah. Tidaklah salah selagi halal tapi ingatlah mati. Ingatlah mati di dalam sebarang hal. Agar kita tidak lalai, jiwa sentiasa takut dan gentar dengan Tuhan. Bila jiwa takut dengan Tuhan. Kita takut hendak membuat dosa di dalam sebarang hal.
Kemudian, satu peristiwa lagi yang berlaku kepada semua manusia di alam barzakh ialah ketika telah tamat riwayat alam zahir ini ataupun alam dunia ini. Ketika itu, Allah akan perintahkan kepada malaikat bernama Israfil untuk meniup Sangkakala yang pertama yang akan mematikan seluruh isi langit dan isi bumi dengan kematian yang amat mengejut. Datangnya tiupan Sangkakala yang pertama mi amat menakutkan setiap yang masih hidup hingga ke saat itu kerana bunyinya yang amat dahsyat yang tidak pemah didengar oleh setiap makhluk selama itu. Tidak satu pun makhluk yang bernyawa dapat terselamat. Semuanya akan mati termasuklah iblis dan syaitan yang sentiasa mengajak dan menarik manusia melakukan maksiat.
Jadi, riwayat iblis yang engkar dan derhaka kepada Allah SWT, yang bersumpah untuk memusnahkan manusia dan meminta agar dipanjangkan umurnya, berakhir dcngan tiupan Sangkakala yang pertama ini. Riwayat kejahalan iblis sepertimana yang kita ketahui bermula dari nenek moyang kila Nabi Adam AS dan isterinya Siti Hawa. Iblis dapat masuk ke dalam Syurga dan menghasut isteri Nabi Adam melakukan satu kesalahan hingga menyebabkan mercka disingkir keluar dari Syurga ke alam dunia yang hina dina ini. Perbuatan iblis telah menyebabkan Nabi Adam dan isterinya terpisah selama lebih kurang 40 tahun di atas bumi yang tandus dan gersang sehinggalah mereka bertemua kembali di Padang Aralah. Cuma, apa yang berlaku kepada Nabi Adam dan isterinya adalah hikmah besar kepada umat-umat yang akan terjadi sclepas dari itu. Perlakuan Nabi Adam dan isterinya yang bertemua di Padang Arafah telah menjadi syariat kepada setiap umat Islam selepas itu supaya berhimpun di Padang Arafah pada hari 9 zulhijjah.
Daripada penipuan iblis buat pertama kali yang berlaku kepada Nabi Adam dan isterinya itu, seterusnya berlakulah penipuan-penipuan yang lain kepada umat manusia hinggalah ke saat tiupan Sangkakala yang pertama tadi. Telah ramailah manusia yang tertipu dan terjebak ke dalam perangkap jahat iblis dan syaitan. Terlalu ramailah manusia yang berjaya ditipu dan dihasut oleh iblis serta anak-anak buahnya yang begitu ramai sekali. Buktinya, lebih dari 3/ 4 umat manusia adalah yang kafir, yang munafik dan yang derhaka kepada Allah SWT kerana telah berjaya dipesongkan akidah mereka oleh iblis dan syaitan. Jadi, iblis dan syaitan begitu panjang sekali umurnya yang hidup di kalangan umat manusia. Ketika hidupnya, setiap manusia telah dihasut dan digoda hingga jatuh ke dalam perangkapnya. Hatta isteri para Rasul dan para Nabi yang kemudian dari Nabi Adam pun, banyak yang tertipu daya oleh iblis dan syaitan. Malah isteri Rasulullah pun, cemas-cemas juga terperangkap dengan hasutan iblis dan syaitan. Sebab itulah, isteri-isteri kita hendaklah berhati-hati kerana hasutan iblis dan syaitan adalah terlalu halus dan bijak. Kalau isteri Rasul-rasul pun boleh terperangkap, apa lagilah dcngan isteri-isteri kila yang imannya lemah dan longgar. Mudah sekalilah lblis dan syaitan menggoda mereka.
Malah, bukan saja para isteri dan para kaum perempuan saja yang perlu berhati-hati terhadap godaan iblis dan syaitan ini, para-para suami dan kaum lelaki juga wajib ber- hati-hati dan hendaklah sungguh-sungguh berusaha melawan kehendak iblis dan syaitan, melawan nafsu dan ikhlas beribadah kepada Allah SWT. Yang demikian sahajalah syaitan akan takut dan akan lari daripada kita. Hendaklah kita faham dan perhatikan sungguh-sungguh tipu daya syaitan ini ialah dengan hati kita sentiasa menyebut nama Allah, hati kita sentiasa mengingati Allah SWT. Iblis dan syaitan adalah makhluk Allah juga dan kalau kita sentiasa mengingati Allah, Dialah yang akan menolong kita menjauhkan iblis dan syaitan itu.
Jadi, iblis dan syaitan yang jahat dan yang panjang umur itu akan mati juga apabila bertiup Sangkakala yang pertama. Malah malaikat-malaikat juga mati semuanya, kecuali mereka-mereka yang masih dikehendaki hidup oleh Allah SWT seperti Bidadari-bidadari Syurga, pelayan-pelayan Syurga dan setengah-setengah malaikat. Jadi, tidak ada siapa yang boleh terlepas daripada mati. Ini telah ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al Quran, maksudnya; Terjemahan : Setiap yang bernyawa pasli akan menemui mati – Al Imran: 185
Ertinya, setiap makhluk yang hidup sama ada yang di bumi, di lautan, di langit dan di mana saja, semuanya akan mati. Manusia, jin, iblis, syaitan, malaikat, binatang-binatang dan lain-lain makhluk yang bernyawa, semuanya akan mati. Dan setelah semuanya mati, maka tenanglah segala-galanya. Semuanya sudah tidak ada Iagi melainkan Syurga, Neraka, Arasy, Kursi, Luhmafudz dan juzuk-juzuk yang Allah kekalkan secara kekal Aradhi. Cuma, Zat Allah SWT adalah kekal abadi dengan kekal yang wajib dan kekal yang tiada kesudahan kerana wujudnya Allah adalah wujudnya yang tiada permulaan. Dan keadaan yang tenang ini akan berlalu selama kira-kira 40 tahun. Dalam masa 40 tahun inilah, seluruh manusia yang berada di alam kubur juga tenang dan tidur, sama ada yang mukmin mahupun yang kafir.

Selasa, 10 September 2013

PENEMUAN KOTA KAUM A’AD MEMBUKTIKAN KEMUKJIZADAN ALQURAN

PENEMUAN KOTA KAUM A’AD MEMBUKTIKAN KEMUKJIZADAN ALQURAN



Satu ketika dahulu, ramai ragu-ragu tentang kewujudan kaum A’ad seperti yang termaktub dalam al-Quran. Ketika ayat mengenai kehancuran kaum A’ad diturunkan, ramai terkejut dengan kedashyatan azab Allah terhadap kaum nabi Hud as tersebut. Namun, rata-rata umat Islam ketika itu langsung tidak tahu-menahu mengenai kaum yang disebut Allah swt sebagai kaum A’ad tersebut.

Begitu juga apa yang dialami oleh kaum Yahudi yang menetap bersama-sama umat Islam di Madinah. Mereka mendengar desas-desus turunnya ayat tentang kaum A’ad tersebut. 

Dalam kitab suci mereka iaitu Taurat tidak langsung menceritakan kemusnahan kaum A’ad sedangkan kaum-kaum lain seperti kaum Lut as, kaum Nuh as dan sebagainya diceritakan dengan terperinci dalam kitab mereka. Berikutan itu, kaum Yahudi terus menyebarkan fitnah bahawa kaum A’ad sebenarnya tidak pernah wujud dan apa yang diberitakan dalam al-Quranul karim hanyalah omongan kosong yang langsung tidak berfakta.

Ternyata orang Yahudi silap
Tahun berganti tahun, abad berganti abad. Ramai orientalis mula datang ke tanah arab untuk mengkaji dan menyelidik kitab suci al-Quran, syair-syair dan cerita penglipur lara popular di tanah arab. Antara orientalis paling popular yang pernah datang ke tanah arab adalah T. E. Lawrence atau lebih dikenali dengan Lawrence of Arabia.


LAWRENCE OF ARABIA

Kepada yang belum mengenali siapakah Lawrence of Arabia, beliau adalah orientalis yang bertanggungjawab menghasut pemimpin tanah arab untuk memberontak kepada kerajaan Turki Othmaniyyah sekitar tahun 1916-1918. Disebabkan hasutan dan dokongan daripada Lawrence of Arabia tersebut, tanah arab akhirnya bebas daripada menjadi jajahan Turki Othmaniyyah dan King Saud diangkat menjadi pemimpin besar tanah arab. Kerajaan baru yang ditubuhkan dikenali sebagai Arab Saudi. Dan kerajaan Arab Saudi kekal memerintah tanah arab sehingga ke hari ini. Lawrence of Arabia yang juga seorang Leftenan Kolonel tentera Diraja Britain meninggal dunia pada 19 Mei 1935 akibat kemalangan jalan raya. Ketika itu beliau berumur 45 tahun.


'JASA' LAWRENCE OF ARABIA

Miskipun Lawrence of Arabia boleh dikatakan musuh di dalam selimut kepada umat Islam, namun jasanya kepada penemuan kota Iram yang dikatakan sebagai kota kaum A’ad tidak boleh disangkal. Beliau adalah insan pertama daripada Eropah yang sangat berminat dengan‘Lost City’ Iram. Beliau yang hidup dengan cara orang Badwi dan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Arab dengan fasih membuatkan cerita mengenai kemusnahan tamadun kaum A’ad mudah sampai ke telinganya.

Kerana sangat berminat dengan kisah kaum A’ad dan kotanya yang memiliki tiang-tiang yang besar, Lawrence of Arabia telah mengelarnya dengan gelaran ‘Atlantis of the Sands’.Seperti kota Atlantis, kota Iram juga kelihatan mustahil untuk ditemui. Lawrence of Arabia juga tidak yakin apakah kota tersebut benar-benar wujud. Baginya, ia sekadar cerita dogeng yang terkandung dalam al-Quran.


ATLANTIS OF THE SANDS

Sebenarnya, apa yang ditulis oleh Lawrence of Arabia mengenai kota Iram yang digelar beliau sebagai ‘the Atlantis of the Sands’ telah menarik minat beberapa ahli arkeologi daripada Eropah kemudian harinya. Mereka adalah Nicholas Clapp, George Hedges, Dr. Juris Zarins dan Ranulph Fiennes.

Pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, keempat-empat individu ini telah berusaha untuk mencari satu tamadun yang musnah sepertimana yang disifatkan dalam al-Quran. Rujukan utama keempat-empat mereka adalah berdasarkan al-Quranul karim dan cerita-cerita lisan daripada masyarakat Badwi.

Dr. Zarins yang bertindak sebagai ketua arkeologi dalam pencarian tersebut telah bersama-sama Nicholas Clapp dan George Hedges meminta NASA merakamkan gambar sekitar tempat yang dimaksudkan mempunyai potensi untuk dikaitkan dengan kota purba Iram yang telah musnah. Gambar tersebut telah dirakamkan menggunakan satelit NASA,SPOT(Satellite Pour I’Observation de la Terre). Rakaman tersebut mengejutkan mereka apabila ia jelas memaparkan laluan unta dan sebuah runtuhan kota purba yang kelihatan mengelilingi sebuah ‘runtuhan’ oasis.

Namun laluan perdagangan dan runtuhan kota purba tersebut tidak mampu dilihat jelas pada mata kasar. Imej tersebut telah dirakamkan di Rub’al Khali, Oman yang terletak di selatan Semenanjung Arab.

Pada 1992, eskavasi telah dimulakan. Daripada hasil penemuan arkeologi, mereka bersepakat bahawa ia adalah kota Iram yang musnah seperti yang dimaksudkan dalam al-Quran berdasarkan pentarikhan karbon menyatakan ia dibina sekitar 6,000 tahun sebelum masihi. Menurut mereka lagi, kota yang ditemui itu adalah salah satu kota yang dimiliki oleh kaum A’ad dan banyak lagi yang tenggelam dalam ‘lautan’ pasir.


KEAJAIBAN AL QURAN

Terdapat beberapa persamaan hasil penemuan arkeologi dengan ayat-ayat Allah swt yang menceritakan kisah kaum A’ad dan nabi Hud as. Antaranya adalah berkenaan dengan pembinaan tiang-tiang yang sangat tinggi yang mana tidak pernah dibina oleh sesiapa pun sebelumnya.

1. Tiang-tiang tinggi

Dalam al-Quran ada menyebut tentang kota Iram yang disifatkan mempunyai tiang-tiang yang tinggi,

" Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum A'ad? (iaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi. yang belum pernah dibangunkan (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, ( Surah al-Fajr : ayat 6-8 )

Firman Allah swt telah dapat dibuktikan melalui hasil penemuan arkeologi pada 1992. Clapp yakin bahawa yang kota purba yang ditemui adalah Iram berdasarkan kepada tapak-tapak tiang yang berbentuk segiempat sama. Dipercayai bahawa tiang-tiang yang dibina adalah 7 batang kesemuanya.


2. Membina benteng-benteng

Kaum A’ad juga diriwayatkan membina benteng-benteng. Ia diceritakan Allah dalam surah as-Syu’araa’ ayat 128 sehingga 130.

" Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main. dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyeksa, maka kamu menyeksa sebagai orang- orang kejam dan bengis. (Surah as-Syu’araa’ ayat 128-130)

Sepertimana perihal tiang-tiang yang tinggi yang dibina oleh kaum A’ad, mereka juga turut membina benteng yang dianggarkan mempunyai tinggi lebih daripada 2 meter. Jika mengikut rekod arkeologi, tiada tamadun sekitar 6,000BC telah membina tembok atau benteng seperti yang dibina oleh kaum A’ad. Ia bertepatan dengan apa yang Allah swt bicarakan dalam Surah al-Fajr ayat 8.


3. Terdapat kebun-kebun dan mata air

" Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air,
(Surah as-Syu’araa’ ayat 133-134)

Mengenai perihal kebun-kebun dan mata air, ia dapat dibukti melalui penemuan oasis di tengah-tengah kota Iram. Penemuan oasis merupakan titik pertama sebelum penemuan Kota purba Iram. Mata air merupakan sumber utama kepada kemajuan kota Iram satu ketika dahulu. Kaum A’ad dikatakan mencari nafkah dengan mengembala binatang ternak dan juga berdagang. Oasis milik kaum A’ad masih lagi boleh dilihat sehingga ke hari ini.


4. Dimusnahkan oleh angin kencang

" Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Surah adz-Dzaariyaat ayat 41-42)


Dalam ayat Allah dalam surah adz-Dzaariyaat ini, angin kencang telah membinasa kaum A’ad yang sombong. Angin tersebut telah membinasakan seluruh masyarakat A’ad yang kufur terhadap Allah swt. Hasil arkeologi membuktikan bahawa runtuhan kota Iram bagaikan serbuk dan ia bertepatan benar dengan apa yang dimaksudkan Allah swt dalam ayat 42 surah adz-Dzaariyaat.


PENUTUP

Bagi ahli arkeologi, miskipun runtuhan tersebut sangat dashyat sehingga sukar untuk dilihat dengan mata kasar, ia bagaimanapun masih lagi mempunyai nilai yang sangat bermakna kerana dalam sudut yang lebih besar ia membukti al-Quran merupakan kalam Allah yang penuh mukjizat.

Kota yang dikatakan mustahil untuk ditemui ini akhir telah ditemui oleh seorang ahli arkeologi bukan muslim dan sepertimana yang diberitahu sebelum ini, rujukan utama mereka adalah al-Quran. Pembaca semua, ingatlah ayat Allah azza wa jalla ini,

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Surah Yusuf ayat 111)

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : 
http://misteridankeajaibanalam.blogspot.com/2011/04/penemuan-kota-kaum-aad-membuktikan.html

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Wallahua'lam

MEH! CUTI MATA DI BULAN RAMADHAN 2022

https://www.saudagaremas.com/site/2402/charm-sepatu